|
HPI didirikan pada 5 Februari 1974 di Jakarta atas
prakarsa beberapa orang anggota Dewan Kesenian Jakarta, pengurus
TIM, dan didukung oleh Direktorat Pendidikan Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, serta Perwakilan UNESCO di Jakarta. Ketua HPI yang
pertama adalah Ali Audah.
Pada tahun-tahun awal berdirinya, anggota HPI sebagian besar terdiri
atas penerjemah buku. Program kerja organisasi ini menekankan pencarian
proyek penerjemahan bagi para anggotanya. Setelah sempat 'mati suri'
beberapa lama, HPI dihidupkan kembali pada tahun 2000 di bawah kepemimpinan
Prof. Dr. Benny H. Hoed, dan memperlebar cakupan keanggotaannya
dengan memasukkan pula penerjemah dokumen dan juru bahasa. Dilakukan
pula pergeseran program kerja yang tidak lagi mencarikan pekerjaan
bagi anggotanya, melainkan lebih menekankan peningkatan mutu penerjemah
dan juru bahasa untuk memajukan harkat profesi ini.
HPI adalah anggota FIT/IFT (International Federation of Translators)
dan telah menghadiri kongres FIT di Wina (1984), Beograd (1990),
Brighton (1993), Melbourne (1996), dan di Beijing (2004). Di dalam
negeri, HPI menjadi anggota Badan Pertimbangan dan Pengembangan
Buku Nasional (BPPBN). Pada 11-12 April 2007 HPI atas mandat dari
FIT menyelenggarakan kegiatan 3 tahunan FIT, yaitu Forum Penerjemah
Asia ke-5 FIT di Bogor.
VISI DAN MISI HPI
Sebagai organisasi profesi HPI mempunyai visi, yaitu menghimpun
penerjemah dan juru bahasa di seluruh Indonesia untuk menggalakkan
terjemahan karya asing ke dalam Bahasa Indonesia. Adapun misinya
ialah membela kepentingan penerjemah dan penerjemah Indonesia dalam
menjalankan profesi mereka.
|