| 06
Feb 2010
N.Fluent: Software Penerjemah Bahasa keluaran IBM.
Para peneliti IBM mencoba menjebol tembok penghalang bagi manusia dalam berkomunikasi, yakni bahasa.Harapannya bisnis bisa berkembang kalau ada yang bisa menjadi penghubung antarbahasa. IBM kini memperkerjakan 100 staff pada proyek yang dinamakan “n.Fluent”. proyek pembuatan aplikasi untuk terjemahan instan pada berbagai platform.
“Kami memiliki situs antarmuka di mana URL situs lain bisa dimasukkan lalu aplikasi ini otomatis menerjemahkan situs tersebut,” tutur kepala bagian teknologi penerjemahan di laboratorium TJ Watson milik IBM di New York, Salim Roukos, pada CNN, seperti dikutip dari Kompas.com.
“Kami juga memiliki aplikasi yang bisa Anda pautkan pada halaman situs sehingga bila dikunjungi tersedia menu pulldown untuk mengubah bahasa. Kemampuan untuk menerjemahkan situs sangat disukai para pelanggan kami, karena begitu situs itu diterjemahkan, maka semua link-nya juga diterjemahkan sehingga anda bisa menelusuri situs berbahasa asing dengan bahasa Inggris”, tambahnya.
Nantinya saat proyek ini akan dipasarkan akan dikembangkan dengan versi untuk chatting dan browser ponsel.
“n.Fluent” yang dimulai tahun 2006 terpilih sebagai salah satu dari 10 inovasi yang disponsori oleh pimpinan IBM Samuel J. Palmisano. Mereka memutuskan untuk memecahkan masalah penghalang bahasa untuk perkembangan bisnis global dan untuk perusahaan yang memiliki klien asing. “Inti teknologinya masih dalam pengembangan, tapi cukup canggih karena bisa menerjemahkan berbagai bahasa dengan tajam,” kata Roukos.
Selain IBM, Google juga tengah berusaha membobol batasan bahasa di dunia maya. Google kini sedang mengembangkan aplikasi yang bukan saja menerjemahkan situs, tapi juga pencarian di internet. Tidak hanya mencari kata-kata dalam bahasa Inggris di internet dan juga memerlukan masukan dalam bahasa Inggris pula, tapi Google berharap segera bisa menampilkan situs dari bahasa apapun pada para pengguna internet.
“Bayangkan bila ada fitur dalam pencarian internet yang bisa menerjemahkan permintaan pencarian ke semua bahasa lalu mencarinya ke semua situs di dunia,” komentar wakil presdir Google, Marissa Mayer pada Daily Telegraph baru-baru ini. “Lalu fitur penerjemah ini memakai bahasa yang anda kuasai untuk daftar hasil pencarian, dan bahkan juga menerjemahkan situs yang anda masuki dari daftar itu.”
Kembali ke “n.fluent”, IBM yakin kalau teknologi ini bisa membantu untuk penyusunan manual teknis. Terjemahan yang cepat untuk bahan petunjuk online bisa membuat penghematan biaya di pusat layanan pelanggan. “n.Fluent” juga bisa membantu perusahaan multinasional atau yang memiliki klien di luar negeri sehingga semua dokumen yang dikirim langsung disesuaikan bahasanya.
“Sejauh ini kami lumayan bagus untuk bahasa Spanyol, Perancis, Arab, dan Portugis,” kata Roukos, “Lebih sulit untuk bahasa Jepang, Cina, dan Korea, tapi kami sedang mengusahakannya. Bukan cuma struktur kalimatnya, tapi seberapa jauh bahasa itu bersifat eksplisit. Bahasa Cina lebih banyak asumsi kontekstualnya, dan urutan kata-katanya juga bisa berubah.”
Walau pengembangan secara ‘keroyokan’ ini sangat efektif untuk “n.Fluent” milik IBM, tapi cara pengerjaan oleh banyak orang secara terpisah-pisah ini juga masih perlu dibenahi.
Efek positif dari “perang” aplikasi penerjemah yang canggih ini entah IBM, Google, atau lainnya yang juga berusaha menjembatani perbedaan bahasa, pastinya bisa membuat dampak besar, dan para pelaku bisnis harus bersiap-siap untuk melihat dunia akan lebih menciut lagi.
Sumber Berita: Jarod ClickMedia
|